| # |
Tajuk |
Siaran pertama |
| 1 |
"Air Kolah, Air Laut (bhg 1)" |
2 Februari 2009 |
| Hujan
lebat menyebabkan Upin & Ipin merasa bosan karena berdiam di rumah
saja, tetapi mereka dididik oleh Opah bahwa hujan itu rahmat dari Tuhan.
Dalam keadaan yang tenang itu, Upin & Ipin merancang sesuatu yang
memerlukan imajinasi, yaitu membayangkan diri mereka sendiri merupakan
dua pahlawan yang hendak menyelamatkan Puteri Mei Mei dari genggaman
Jarjit si bajak laut. |
| 2 |
"Air Kolah, Air Laut (bhg 2)" |
3 Februari 2009 |
| Sementara
Hang Upin dan Hang Ipin saling berbalas pantun dengan Jarjit si bajak
laut, mereka digertak dengan diserang oleh Kak Ros dengan tiba-tiba.
Rupanya, mereka berdua bermain kapal kertas di kamar mandi. |
| 3 |
"Basikal Baru (bhg 1) (Sepeda Baru- Bhg 1)" |
4 Februari 2009 |
| Mael,
Ehsan, dan Mei Mei memainkan sepeda baru di hadapan Upin dan Ipin.
Walaupun mereka senang bermain kejar-mengejar namun Upin dan Ipin
terpaksa mengejar dengan kaki, jadi mereka pun berkeinginan mempunyai
sepeda sendiri. |
| 4 |
"Basikal Baru (bhg 2) (Sepeda Baru- Bhg 2)" |
9 Februari 2009 |
| Keesokan
harinya, Upin dan Ipin berkunjung ke rumah Tok Dalang untuk memasang
mesin sepeda baru yang khusus untuk dikendarai oleh mereka berdua.
Kawan-kawan mereka tertarik dengan sepeda itu sehingga Fizi yang tidak
punya sepeda meminta agar Tok Dalang membuatkan kepadanya sepeda baru. |
| 5 |
"Berkebun (bhg 1)" |
10 Februari 2009 |
| Kak
Ros melarang Upin dan Ipin bermain melainkan mereka turut membantu
berkebun. Kawan-kawan Upin dan Ipin pun datang untuk menolong dan
memberi pengajaran tentang berkebun yang baik kepada mereka berdua. |
| 6 |
"Berkebun (bhg 2)" |
11 Februari 2009 |
| Upin
dan Ipin dan kawan-kawan menemui siput, ulat dan cacing di kebun. Upin
dan Ipin mengerjai Mael dengan hewan-hewan itu, sementara Mei Mei
memberitahukan baik buruk setiap hewan itu. Ros menyuruh adik-adiknya
menyiram pupuk kompos untuk tanamannya, tapi mereka main bermain-main hingga Upin dan Ipin kena tumpahan pupuk kompos itu. |
| 7 |
"Gosok Jangan Tak Gosok (bhg 1)" |
16 Maret 2009 |
| Upin
dan Ipin tertegun karena menunggu dokter gigi yang hendak berkunjung ke
sekolah, jadi mereka mau membohongi Opah agar menyatakan tidak setuju
dalam surat izin tersebut, tetapi rencana mereka digagalkan oleh Kak
Ros. |
| 8 |
"Gosok Jangan Tak Gosok (bhg 2)" |
17 Maret 2009 |
| Doktor
gigi datang mengunjungi, murid-murid semakin takut. Satu demi satu
doktor gigi memanggil nama dari pembesar suara di van, murid-murid
mencoba mencari jalan untuk mencegah agar gigi mereka dicabut, adapun si
Mail yang menipu dengan menyatakan tidak dalam surat izin.(Dengan cara
Memberi gelar pada dirinya sendiri, "Ya iya lah nama saya kan Isma'il
bin Ma'il." |
| 9 |
"Gosok Jangan Tak Gosok (bhg 3)" |
18 Maret 2009 |
| Semua
murid lega menjalani pemeriksaan gigi. Pada hari keesokannya, Dokter
Ravi mengunjungi kelas untuk mengajarkan kepada murid-murid tentang cara
menjaga kesehatan gigi. Mail tidak hadir, karena ia terkena sakit
gigi. |
| 10 |
"Kisah Dua Malam (bhg 1)" |
14 Mei 2009 |
| Upin
dan Ipin bercerita perihal Cikgu Jasmin melarang anak-anak dari berada
di luar pada lewat malam karena ancaman hantu, tetapi Opah membetulkan
kenyataan itu sebagai teladan kepada anak-anak agar pulang ke rumah
cepat-cepat. Kak Ros mengingatkan adik-adiknya mengenai sebatang pohon
kelapa yang bengkok itu "berhantu". |
| 11 |
"Kisah Dua Malam (bhg 2)" |
15 Mei 2009 |
| Di sekolah, Mei Mei menceritakan kisah dirinya, bahwa ia bertemu dengan (dipaparkan sebagai Jiang Shi) pada larut malam, rupa-rupanya dipetik dari tontonan DVD. Setelah cerita, Jarjit mengusili kawan-kawannya. |
| 12 |
"Kembara ke Pulau Harta Karun (bhg 1)" |
16 Mei 2009 |
| Hang
Upin dan Hang Ipin berhasil menahan Kapten Jarjit dan sekutu-sekutunya.
Puteri Mei Mei menghamparkan sehelai peta harta karun diatas meja.
Malangnya geng Jarjit dapat melepaskan diri dan mengambil kapal
kepunyaan Hang Upin dan Hang Ipin. |
| 13 |
"Kembara ke Pulau Harta Karun (bhg 2)" |
21 Mei 2009 |
| Hang
Upin dan Hang Ipin menaiki perahu nelayan untuk mengejar para bajak
laut untuk merebut peta yang dirampas oleh Jarjit. Ketika mereka
bergerak kembali untuk merebut kapal, seekor burung raksasa datang
mengganggu dan menjatuhkan peta ke arah sebuah pulau. |
| 14 |
"Kembara ke Pulau Harta Karun (bhg 3)" |
22 Mei 2009 |
| Daripada
berlawan, Puteri Mei Mei berencana agar Hang Upin, Hang Ipin dan bajak
laut Jarjit Singh bergandeng tangan, bersama-sama mencari harta karun di
pulau. Mereka perlu bertarung dengan raksasa batu untuk mencapai harta
karun buruan mereka. |
| 15 |
"Istimewa Hari Ibu (bhg 1)" |
23 Mei 2009 |
| Sekelas heboh membahas menjelang Hari Ibu,
malangnya Upin dan Ipin tiada ibu tersayang. Opah menceritakan kepada
Upin, Ipin, dan Ros tentang kisah ibu mereka sewaktu ibu mereka masih
hidup. Adapun Opah menceritakan kisah itu hanya sedikit. Menurut Opah,
ibu Upin dan Ipin mempunyai satu ciri khusus, yakni ada sebuah tahi
lalat dibawah hidungnya seperti Opah. |
| 16 |
"Istimewa Hari Ibu (bhg 2)" |
7 September 2009 |
| Upin
dan Ipin hendak bermain di rumah kawan, tetapi semua kawan-kawan sibuk
mengemaskan rumah, membuat kue untuk persiapan Hari Ibu. Mei Mei sempat
menjemput mereka merayakan Hari Ibu bersama. Kak Ros membawa Upin dan
Ipin untuk menziarahi dan membersihkan kubur ibu mereka. |
| 17 |
"Kami 1Malaysia (bhg 1)" |
8 September 2009 |
| Upin,
Ipin dan kawan-kawan sedang bermain pistol mainan, sehingga Opah
menyuruh mereka semua masuk ke rumah untuk mendengar kisah hidup Opah
sewaktu zaman peperangan sebagai didikan kepada anak-anak agar bersyukur
dengan keamanan negara zaman sekarang. |
| 18 |
"Kami 1Malaysia (bhg 2)" |
9 September 2009 |
| Opah
memesan Upin, Ipin dan kawan-kawan untuk membawa makanan ke rumah Tok
Dalang. Setibanya di sana, mereka memerhatikan Tok Dalang baru bermula
mengecat bendera Malaysia. Apabila Tok Dalang beristirahat, anak-anak
itu bekerja sama menyiapkan bendera. |
| 19 |
"Seronoknya Membaca (bhg 1)" |
21 September 2009 |
| Mei Mei dan Upin secara bergiliran membacakan cerita Kelinci dan Kura-kura
kepada seluruh kelas membaca buku cerita, disusul Mail yang begitu
ngawur, berpura-pura sudah membacanya tetapi mengubah-ubah akhir cerita.
Ijat dipanggil untuk melanjutkan cerita, tetapi ia masih buta huruf. |
| 20 |
"Seronoknya Membaca (bhg 2)" |
22 September 2009 |
| Ipin diminta untuk menghabiskan cerita, setelah itu murid-murid menghayati pengajaran dari kisah kelinci dan kura-kura. Sebuah perpustakaan keliling
dipandu ke tadika untuk menambah minat membaca. Sayangnya, Ijat
terpaksa mengambil kelas tambahan dari Cikgu Jasmin untuk belajar
membaca. Esoknya, Ijat sudah bisa membaca. |
| 21 |
"Seronoknya Membaca (bhg 3)" |
23 September 2009 |
| Setiap
murid meminjam sebuah buku dari perpustakaan keliling. Waktu bermain,
Upin, Ipin dan kawan-kawan membicarakan buku yang dipinjam. Mei Mei
sombong bahwa ia rajin membaca buku tanpa gambar, tetapi apabila mencoba
buku yang dipinjam Ipin tak bisa membacanya. Rupanya, buku yang Ipin
pinjam hurufnya adalah tulisan Arab Jawi, Tok Dalang membacakan kisah itu untuk mereka semua. Cerita yang dimaksud adalah cerita Hang Tuah. |
| 22 |
"Berpuasa Bersama Kawan Baru (bhg 1)" |
24 September 2009 |
| Di
gerai Mael, Upin & Ipin bertemu dengan seorang anak perempuan dari
negara lain, baru pindah ke mari hari kemarin. Kemudian, mereka
menyedekahkan ayam goreng yang dibeli mereka tadi kepada Tok Dalang
ketika ada kerja pemasangan jaringan internet dan telepon di rumahnya. |
| 23 |
"Berpuasa Bersama Kawan Baru (bhg 2)" |
25 September 2009 |
| Di sekolah gadis dari toko Ma'il semalaman memperkenalkan dirinya sebagai Susanti, yang pindah bersama ibu bapaknya dari Jakarta, Indonesia.
Selepas waktu sekolah, Upin, Ipin dan Ehsan bergegas ke rumah Tok
Dalang untuk menyaksikan kecanggihan Internet bersama cucunya Badrul. |
| 24 |
"Selamat Menyambut Lebaran" |
26 September 2009 |
| Badrul
bisa menghubungi bapaknya yang sibuk di kota dengan internet agar Tok
Dalang dapat mengobrol sebentar dari jauh di kampung. Secara mengejutkan
Tajul, bapaknya Badrul mematikan telepon, dalam waktu yang singkat dia
tiba di kampung. Susanti merindukan suasana lebaran di negara asalnya,
jadi kawan-kawan barunya di Kampung Durian Runtuh mengajaknya untuk
menggunakan internet untuk menghubungi orang-orang yang disayangi oleh Susanti di sana. |
| 25 |
"Upin, Ipin & Apin (bhg 1)" |
23 November 2009 |
| Dalam
perjalanan pulang ke rumah, Upin, Ipin dan kawan-kawan menemui seekor
kucing yang sendirian dalam semak-semak. Ihsan geli dengan kucing, dan
Fizi yang sudah merawat banyak kucing tidak mampu menampung seekor dalam
rumahnya. Oleh itu, Upin dan Ipin menjadi penjaga kucing itu yang
diberikan nama Apin oleh mereka berdua, tetapi dilarang oleh Kak Ros. |
| 26 |
"Upin, Ipin & Apin (bhg 2)" |
24 November 2009 |
| Rupanya,
Kak Ros alergi terhadap bulu kucing. Untungnya, Opah membiarkan Upin
dan Ipin untuk merawat Apin, dengan syarat bahwa anak kucing tersebut
tidak dibolehkan masuk ke dalam rumah. Walaupun diberi tempat tidur di
ruang bawah rumah, sekali-sekali Apin masuk tanpa izin ke dalam rumah
untuk mengusik kedua orang (Upin dan Ipin) pemiliknya. Tidak lama
kemudian, Apin akhirnya bertemu kembali dengan induknya, maka Upin dan
Ipin menjemput si ibu kucing tinggal bersama. |
| 27 |
"Jejak Rembo (bhg 1)" |
25 November 2009 |
| Ketika bermain petak umpet
bersama kawan-kawan, Upin dan Ipin dikejutkan dengan Tok Dalang yang
tengah mencari ayam jantan peliharaannya, Rembo. Kebetulan pula
kawan-kawan lain mau berhenti, oleh karena itu dengan senang hati Upin
dan Ipin menolong Tok Dalang dengan penampilan dan perlengkapan detektif
bohongan mereka. |
| 28 |
"Jejak Rembo (bhg 2)" |
30 November 2009 |
| Sambil
ditunjukkan gambar Rembo, Upin dan Ipin menemui sebuah sepatu bagian
sebelahnya untuk anak-anak di halaman rumah Tok Dalang. Selepas itu,
mereka menginterogasi kawan-kawan mereka dengan berlagak seperti
penginterogasi yang tegas: Fizi, Ehsan, Mael, tetapi mereka tak
menemukan petunjuk baru. Tok Dalang makin tawar hati, tetapi Detektif
Upin dan Ipin tidak berputus asa begitu sahaja, apalagi baru menemui
jejak kaki kucing. |
| 29 |
"Jejak Rembo (bhg 3)" |
1 Desember 2009 |
| Upin
dan Ipin menanyakan rencana Apin pula, setelah itu Kak Ros, tapi tidak
banyak membantu, sekurang-kurangnya Rembo tidak menjadi makanan sesiapa.
Tiga helai bulu ayam putih akhirnya menjadi petunjuk mutlak yang
membawa mereka ke sebuah kampung berhampiran di mana Rembo terikut
seekor ayam betina putih. |
| 30 |
"Diri Bersih Badan Sihat (bhg 1)" |
2 Desember 2009 |
| Selepas
puas bermain, Upin dan Ipin bertemu dengan Susanti yang kembali ke
Kampung Durian Runtuh dengan memakai masker. Susanti mengajak mereka
berdua untuk turut memakai masker sebagai langkah mencegah penyakit. Di
rumah, kak Ros pun mengingatkan adik-adiknya agar mandi sebelum makan.
Pada hari keesokannya, seluruh tadika memakai masker, tetapi bukan
semuanya menutup mulut. |
| 31 |
"Diri Bersih Badan Sihat (bhg 2)" |
7 Desember 2009 |
| Upin
dan Ipin ditegur kerana memakai topeng lama yang robek, hanya boleh
dipakai sekali saja. Ketika waktu makan, walaupun ditegur kerana kurang
menjaga kebersihan, Jarjit enggan mencuci tangan, dan buruknya lagi,
Jarjit berani mengambil potongan ayam yang tercecer di lantai tanpa
disadari olehnya. Akibatnya, Jarjit sakit perut ketika bermain pada
waktu petang, lalu terpaksa beristirahat di rumah pada hari
keesokannya. |
| 32 |
"Kembara ke Pulau Harta Karun (bhg 4)" |
8 Desember 2009 |
| Setelah
mendengar penjelasan dari raksasa batu, Hang Upin, Hang Ipin, Kapten
Jarjit dan lain-lain pergi ke arah perkampungan orang pribumi di dibalik
gunung berapi walaupun dilarang oleh raksasa itu. Setelah perjalanan
mereka dimudahkan oleh raksasa batu secara senyap-senyap, mereka semua
berhasil memasuki wilayah orang-orang pribumi. Di sana, Hang Upin dan
Hang Ipin perlu menafsirkan cerita sejarah yang sebenarnya tentang orang
pribumi pada tembok kubu, kemudian memasang kepingan gambar batu
bersama yang lain-lain untuk mencari jalan rahasia. |
| 33 |
"Kembara ke Pulau Harta Karun (bhg 5)" |
9 Desember 2009 |
| Hang
Upin, Hang Ipin, Kapten Jarjit dan kawan-kawan berjaya menyiapkan
teka-teki gambar untuk membuka jalan, tetapi mereka dijebak oleh seekor labah-labah
gergasi. Ketika mereka semua berlari tunggang-langgang untuk
menyelamatkan diri, Ehsan tersangkut pada sarang labah-labah besar yang
melekit, lalu yang lain-lain terpanggil untuk membebaskannya sambil
mengalahkan labah-labah itu. |
| 34 |
"Kembara ke Pulau Harta Karun (bhg 6)" |
14 Desember 2009 |
| Di
tengah-tengah malam buta, Nelayan Ijat yang merebut pisang dengan
monyet bertemu dengan seorang asli, lalu bersahabat dengannya. Ketika
tidur di keliling unggun api, Hang Upin, Hang Ipin dan kawan-kawan
terjaga oleh hendapan orang asli yang menyedari cerobohan mereka dari
dulu. Kebanyakan dari mereka selamat kecuali Kapten Jarjit dan si
nelayan Dzul yang diseret lalu dijerat ke dalam kurungan orang pribumi. |
| 35 |
"Ambil Galah Tolong Tunjukkan (bhg 1)" |
15 Desember 2009 |
| Ketika tengah bermain galah panjang,
Upin, Ipin dan kawan-kawan tersampuk oleh keluhan Tok Dalang yang
kedengaran tidak jauh. Rupa-rupanya Tok Dalang cuba menghalau seekor
tupai dari mencuri buah di pokok rambutannya.
Apabila ditanya kenapa tidak membiarkan tupai itu saja, jelas Tok
Dalang, buah rambutan yang tumbuh di pokoknya adalah untuk dijual. |
| 36 |
"Ambil Galah Tolong Tunjukkan (bhg 2)" |
16 Desember 2009 |
| Mael
bercadang untuk membantu Tok Dalang menjual hasil tanaman rambutannya.
Pada keesokan hari, kawan-kawan Upin dan Ipin tiba di halaman rumah Tok
Dalang sambil menunggu kedatangan kembar itu, lalu cuba memanjat pokok
rambutan tersebut, sehingga datangnya Upin dan Ipin dengan sebatang
galah buluh yang panjang sekali. |
| 37 |
"Ambil Galah Tolong Tunjukkan (bhg 3)" |
21 Desember 2009 |
| Upin
dan Mael bersama-sama memegang galah, tapi sebiji rambutan pun tidak
tercapainya. Tok Dalang meminjam galah itu untuk diubahsuai dengan
gunting untuk memotong tangkai rambutan. Selepas itu, Tok Dalang dan
kanak-kanak bersama-sama mengira hasil petikan rambutan dan membicarakan
harga dan tempat jualan rambutan. |
| 38 |
"Ambil Galah Tolong Tunjukkan (bhg 4)" |
22 Desember 2009 |
| Atas
pesanan Tok Dalang, Upin, Ipin dan kawan-kawan pergi ke tepi jalan
untuk menjual rambutan, tetapi sepanjang berjam-jam menunggu, semuanya
yang dilihat ialah kenderaan laju berlalu-lalang tanpa memberi perhatian
kepada mereka, sehingga berhentinya sebuah lori yang dipandu oleh Ah
Tong yang berminat untuk membeli rambutan mereka, itupun terpaksa
tawar-menawar harganya. Selepas selesai berurus niaga, mereka hendak
berkongsi pendapatan mereka dengan Tok Dalang, tetapi ditolak. |
| 39 |
"Sapy Oh Sapy (bhg 1)" |
23 Desember 2009 |
| Muthu
memesan Upin dan Ipin untuk membawa Sapy ke padang rumput untuk makan,
mengingat Rajoo tengah demam, jadi tidak dapat menemani Sapy hari ini.
Di tengah-tengah jalan, Upin dan Ipin berehat sebentar untuk bermain kemuncup,
tetapi mereka leka bermain terlalu lama sehingga Sapy merasa dibiarkan
lalu enggan berganjak walaupun Upin dan Ipin habis bermain. |
| 40 |
"Sapy Oh Sapy (bhg 2)" |
28 Desember 2009 |
| Pujukan
Upin, Ipin dan kawan-kawan tidak dapat menenangkan hati Sapy,
sebaliknya Sapy lagi merajuk lalu melarikan diri dengan pentas. Mereka
terpaksa menghabiskan sepanjang tengah hari mencari lembu kesayangan
Rajoo itu. Lambat-laun. terpaksalah mereka semua berdepan dengan Muthu
untuk memberitahu masalah yang sebenarnya, tetapi mujurlah Susanti
sempat membawa Sapy balik ke tempat asalnya. |
| 41 |
"Kembara ke Pulau Harta Karun (bhg 7)" |
29 Desember 2009 |
| Pasangan
Hang Upin, Hang Ipin dan lain-lain menyamar dengan memakai
topeng-topeng besar dan berwarna-warni yang dipakai oleh orang asli,
sebagai langkah penting untuk menyelamatkan Kapten Jarjit dan Nelayan
Dzul, biarpun mudah diperhati oleh ratu orang asli yang tinggi.
Malangnya, tugas Fizi untuk mengalihkan perhatian para pengawal kepala
suku sebagai seorang tidak berjaya, maka mereka semua pun ditahan. |
| 42 |
"Kembara ke Pulau Harta Karun (bhg 8)" |
30 Desember 2009 |
| Hang Upin, Hang Ipin dan kawan-kawan semuanya dipaksa untuk pergi pada sebuah mesin penggelitik yang digunakan sebagai alat soal siasat.
Mujurnya Nelayan Ijat dan kawan orang aslinya sempat tampil untuk
memberitahu ratu bahawa mereka semua itu ialah kawan-kawannya, jadi
dilepaskan jua mereka semua lalu dijemput berjamuan mesra pada waktu
malam. Pada keesokan harinya, sekali lagi Hang Upin, Hang Ipin dan
kawan-kawan dimusuhi oleh orang asli kerana Jarjit sempat melarikan
harta karun mutiara yang diburu-burunya selama ini. |